Surat untuk Kakak

Seorang remaja menuliskan sebuah surat untuk lawan jenisnya

Kakak yang baik………
Saya bukan Shakespeare yang bisa mengungkapkan cinta dalam bahasa puisinya
Saya juga bukan Cleopatra yang berani mengorbankan dirinya demi keagungan cinta…
Atau Sutan Alisyahbana yang mengungkapkan cinta dengan bahasa sastra........
Saya hanya seorang pelajar yang sedang berusaha menjadi seorang penerus generasi yang berkualitas di masa mendatang yang memahami cinta dengan kacamata saya..........

Dengan cinta, dunia bisa dikelola dengan baik dan damai
Dengan cinta, generasi manusia tumbuh semakin baik dari hari ke hari
Dengan cinta, kita semua lahir ke dunia dan tumbuh menjadi manusia-manusia unggulan...........

Kakak yang baik.........
Cinta begitu sakral dan agung, dia tidak bisa diterjemahkan hanya sebatas antar lawan jenis. Tapi, dia jauh lebih luas, lebih bermakna sehingga bagaimana mungkin kita hanya sekedar bermain-main dan iseng dengannya sementara akibatnya sedemikian fatal. Cinta pada lawan jenis tak kesampaian akhirnya frustasi, ditinggal mati bunuh diri, tak berhimpun menjadi kenangan abadi yang menyakitkan.....

Sebagai anak muda, tentu kita tidak ingin menghabiskan masa muda hanya dengan persoalan cinta lawan jenis semata dengan berakhir petaka. Sementara begitu banyak kegiatan berguna yang bisa kita kerjakan.

Maka, dengan cinta, marilah kita tebarkan kebaikan-kebaikan disekitar kita agar tumbuh dan berkembang sehingga kita menjadi anak-anak muda unggulan yang berkualitas yang dapat membangun negara ini menjadi lebih baik.

Kakak yang baik...
Suatu saat kelak, apabila takdir Allah berpihak pada kita tentu kita akan dipertemukan-Nya dengan cara yang baik, yang sesuai dengan syariat dan diridhoiNya sehingga kita bisa menapaki jalan tersebut untuk mengarungi jalan yang lebih terjal bersama, disebuah bangunan yang bernama "Keluarga Sakinah" yang terletak di "Jalan Da'wah"

Saat ini masih sangat banyak yang harus kita persiapkan agar menjadi insan pilihan sehingga kelak siap pula melahirkan generasi unggulan berikutnya.... Jalan kita masih sangat panjang, masih sangat banyak yang harus kita kerajakan dari sekedar berkutat dengan hal-hal yang semu. Perasaan yang kita miliki memang bukan perasaan yang salah, namun jangan sampai perasaan itu salah dikelola dan ditempatkan sehingga hanya bernuansa hawa nafsu semata, menghalalkan segala yang dilarangNya.

Karena, untuk membuktikan keistiqomahan terkadang kita harus berperang melawan keinginan kita yang mungkin tidak sesuai dengan keingin sang Pencipta.
"....Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padalaha iu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (QS.2:216)
Maaf ya kak............
Saya tidak bisa merangkai kata lebih baik dari ini. Mudah-mudahan energi cinta yang ada dalam diri kita, bisa kita kelola lebih baik sehingga dapat menempatkan cinta sebagaimana mestinya dan sesuai dengan ketentuan Illahi Rabbi .

Pada saatnya nanti tentu kita akan menemukan cinta lawan jenis yang hakiki dan diridhoi.

Wassalam,



[www.facebook.com/notes/bidwan-dpd-kabkasi]

0 komentar:



Posting Komentar